• Belajar
  • >
  • Produk asuransi pertama untuk Gen Z
Produk asuransi pertama untuk Gen Z
Produk asuransi pertama untuk Gen Z

Mei 23 2022

Produk asuransi pertama untuk Gen Z

Gen-Z jadi ceruk pasar yang menarik untuk penasihat keuangan menawarkan produk asuransi pertama mereka

Oleh Lia Eunika Pamela

Topik bahasan

Generasi-Z atau yang sering disebut Gen Z adalah mereka yang lahir pada rentang tahun 1996 sampai 2012. Beberapa dari mereka saat ini mungkin tengah menikmati rasanya memiliki pendapatan sendiri dari pekerjaan mereka. Dalam laporan Bank of America (BofA) baru-baru ini mengatakan bahwa Gen Z akan menjadi 'generasi paling mengganggu yang pernah ada dalam sejarah'. Mereka saat ini sudah mulai memasuki dunia kerja untuk pertama kalinya, dan BofA mengatakan pendapatan mereka akan melampaui pendapatan generasi milenial pada tahun 2031. Pendapatan mereka akan meningkat dengan adanya 'The Great Wealth Transfer' dari kelompok yang lebih tua. Namun hal itu hanya akan membuat mereka lebih konsumtif.  

Jika tidak diarahkan ke hal yang positif, maka tidak mungkin pendapatan mereka akan habis begitu saja. Gen Z membutuhkan perencanaan keuangan yang tepat dan dapat diandalkan. “Pada dasarnya semua orang memerlukan asuransi, hanya kebutuhannya yang berbeda-beda. Salah satu faktor pembedanya adalah usia. Gen Z memerlukan proteksi kesehatan, sakit kritis, dan perencanaan pensiun karena ketiga hal tersebut adalah risiko kehidupan yang akan dihadapi oleh Gen Z,” kata Kartika Mulya Putri, anggota MDRT 4 tahun dengan 2 Court of the Table dari Cirebon.  

Proteksi kesehatan dan sakit kritis menjadi produk asuransi pertama yang harus dimiliki oleh Gen Z karena tidak ada yang tahu kapan penyakit datang. Selain itu, gaya hidup yang tidak sehat juga dapat menjadi pemicu penyakit. Tapi bukan berarti kita sebagai penasihat keuangan harus menakut-nakuti Gen Z yang menjadi prospek kita hanya agar dapat closing. Justru kita harus mengedukasi mereka dengan memberi tahu manfaat dari memiliki asuransi. Jika mereka merasa nyaman dengan penjelasan yang kita berikan, maka closing akan terjadi dengan sendirinya malah mungkin mereka akan mereferensikan kita kepada teman dan keluarganya.  

“Walaupun berbeda usia maupun generasi, kita tidak perlu takut apalagi rendah diri dalam mengedukasi calon nasabah Gen Z. Jadilah diri sendiri dan berikan wawasan kepada mereka dengan bijaksana dan kedewasaan tanpa kesan menggurui apalagi memaksa. Gen Z adalah generasi yang pada umumnya sangat cerdas dan kritis tapi mereka tetap membutuhkan masukan yang bijaksana dan dapat diterima oleh akal mereka dalam mengelola keuangan,” ujar Putri. 

Salah satu nasabahnya dari Gen Z ia dapat dari berkenalan di media sosial. Setelah beberapa lama berinteraksi di media sosial, nasabah tersebut mengetahui profesi Putri sebagai penasihat keuangan yang kemudian menanyakan kepada Putri mengenai opsi-opsi solusi proteksi yang ada di asuransi. Ia follow up beberapa kali hingga akhirnya closing

“Ketika memprospek Gen Z, kita tidak perlu basa-basi untuk menjelaskan produk A sampai produk Z. Kita bisa langsung to the point tentang manfaat apa saja yang akan mereka dapatkan jika memiliki produk A misalnya. Gen Z adalah generasi yang penuh semangat dan menyukai tantangan sehingga kita bisa tawarkan produk asuransi yang sekiranya akan menjadi kartu as mereka ketika terjadi risiko kehidupan yang tidak terduga. Produk yang kita tawarkan juga hendaknya adalah produk-produk andalan yang sesuai dengan aktivitas sehari-hari mereka,” tutup Putri. 

 

Contact: MDRTeditorial@teamlewis.com