• Belajar
  • >
  • Berminat ikut grup studi?
Berminat ikut grup studi?
Berminat ikut grup studi?

Jul 01 2022

Berminat ikut grup studi?

Anggota MDRT berbagi alasannya bergabung dengan grup studi dan manfaat kolaborasi.

Oleh Elizabeth Diffin

Topik bahasan

Anggota yang ikut serta:
Juli Y. McNeely, CFP, CLU, anggota 15 tahun MDRT dari Spencer, Wisconsin, AS
Clay Gillespie, CFP, CIM, anggota 21 tahun MDRT dari Vancouver, British Columbia, Kanada
Nelson Kenneth Wood, anggota 12 tahun MDRT dari Dallas, Texas, AS

Grup studi MDRT menawarkan kolaborasi dengan sesama penasihat dalam berbagi wawasan, praktik terbaik, dan solidaritas yang menjadikan praktik Anda hebat. Di webinar pada Desember 2020, beberapa anggota membahas cara mereka memulai grup studinya dan apa yang terjadi selama pertemuan grup ini.

McNeely: Alasan utama bergabung dengan grup studi adalah untuk mencari orang yang akan mendorong Anda, baik secara pribadi maupun profesi. Saat memulai grup kami, cukup lama kami mencari nama grupnya. Akhirnya, kami pilih nama Maia. Maia adalah dewi perkembangan. Kami perempuan yang ingin berkembang. Kebersamaan kami berlangsung sejak 2014. Saya tidak akan meraih semua ini tanpa dukungan empat perempuan hebat di hidup saya ini. Lebih dari sekadar bisnis, ini pertemanan sejati. Penasihat keuangan itu profesi yang sepi. Punya komunitas yang siap mendampingi kapan pun, di mana pun, tentang topik apa pun — rasanya tak ada duanya.

Wood: Saya dan ayah saya pernah bergurau tentang kata-kata bijak yang dipelesetkan. “Jika sesuatu layak dikerjakan, dia layak dikerjakan dengan buruk.” Maksudnya: Yang penting dimulai dulu. Memang belum tentu grup yang terbentuk akan sesuai impian. Tapi dengan momentum ini, Anda akan terdorong ke arah yang lebih baik. Ikuti saja. Saat menghadiri pertemuan, Anda akan berjumpa banyak penasihat yang melakukan hal serupa. Mereka-mereka inilah yang ingin Anda jadikan teman sekelompok.

Ada tujuh orang dalam kelompok kami, dan saya pribadi merasa ini kuota maksimalnya. Dalam relasi yang berharga, harus ada keseimbangan antara saling berbagi informasi dan masukan. Sulit melakukannya di kelompok yang sangat besar. Kami berupaya menyeimbangkan keakraban dan keberagaman dalam grup kami. Kami berbeda-beda, dan kami akan menantang satu sama lain.

McNeely: Grup kami ada lima anggotanya. Saya kira bukan soal jumlahnya, tapi soal kedekatan dan kecocokan kepribadian para anggotanya. Sejak membentuk grup, kami sudah sering membahas soal penambahan anggota. Tapi orang-orang di grup kami sudah begitu dekatnya sehingga, jika jumlah anggota ditambah, kasihan anggota yang baru. Kalau ingin membentuk grup studi, renungkan hal yang Anda cari. Ingin yang sama, atau ingin yang beragam? Bagi kami, kami ingin grup yang berisi para wanita anggota MDRT. Di grup kami ada penasihat berafiliasi dan ada yang independen, jadi kriteria ini tak terlalu berpengaruh.

Gillespie: Dalam sebuah grup, jika tidak ada komitmen, akan muncul konflik. Kalau ada anggota yang melalaikan tanggung jawabnya, akan ada pula yang meniru. Jangan biarkan itu terjadi. Ia harus diingatkan. Dalam grup kami, anggota wajib hadir dua kali setahun. Kalau pun berhalangan, harus ada alasan kuat. Kalau tidak ingin, tidak apa-apa. Anda tidak salah. Tapi, Anda tidak bisa menjadi anggota, itu saja. Jika standarnya tinggi, anggota akan berkomitmen. Tapi jika standarnya rendah, komitmen melemah.

McNeely: Kami menetapkan agenda pertemuan. Sifatnya informal. Setiap orang diberi waktu. Jika durasi pertemuannya 1½ hingga 2 jam, kami bagi rata agar tidak ada yang mendominasi. Anggota menceritakan kondisinya. Lalu, kami tinjau targetnya; kami putar otak dan memintanya konsekuen. Jika ada narasumber, tentu pertemuannya jadi lebih lama. Biasanya kami tak mengundang pembicara kecuali saat kami bertemu secara tatap muka, dengan agenda yang lebih formal. Saat bertemu langsung, suasananya dibuat agak santai sehingga terasa seperti temu akrab dengan agenda kerja.

Gillespie: Agenda kami dikirim lebih dulu. Dengan begitu, setiap anggota tahu apa yang harus disiapkan dan diharapkan dari pertemuan itu. Jika tidak ada agenda, kami bakal cuma duduk dan berbincang saja. Saya rasa agenda itu penting agar waktu tidak terbuang sia-sia. Pertemuan biasanya diwarnai topik tentang hal yang berjalan dengan baik di aspek profesi dan pribadi, dan hal yang menjadi kendala. Seperti berkabar soal kondisi terkini. Tiap pertemuan berbeda, tergantung keputusan tuan rumah. Tapi umumnya, kondisi terkini segi profesi dan pribadi selalu menjadi pembuka sesi.

McNeely: Selain pertemanan, mungkin manfaat terbesar yang saya peroleh dari pertemuan kami berasal dari anggota grup studi lain yang membawa buku The 15 Invaluable Laws of Growth: Live Them and Reach Your Potential. Kami mulai membahas buku itu dan sepakat untuk menyusun rencana perkembangan 2020. Ini terjadi sebelum kami tahu badai besar Covid akan menerpa hidup kita. Kami memaparkan semua kategori Manusia Seutuhnya dan segi-segi yang ingin kami kembangkan dalam setahun di semua aspek hidup kami, bukan hanya pekerjaan saja. Nyatanya, itu waktu yang sempurna karena dunia kita jungkir balik akibat pandemi. Saya sodorkan konsep ini ke staf saya, dan mereka menulis rencana perkembangannya. Semua itu akhirnya membuat persatuan kami lebih kuat, baik di grup studi maupun di praktik kami masing-masing.

Kontak

Clay Gillespie cgillespie@rgfwealth.com

Juli McNeely juli@mcneelyfinancial.com

Nelson Wood nelson@woodlegacygroup.com

Temukan sumber daya untuk membentuk grup studi di mdrt.org/study-group-starter. Untuk menonton video lengkap “The secrets of successful study groups”, kunjungi mdrt.org.