Lokasi menginspirasi
Lokasi menginspirasi

Jul 01 2022

Lokasi menginspirasi

Anggota MDRT menyusun rencana strategis di luar kantor dengan temu akbar di pantai, kedai kopi, dan staycation di hotel.

Oleh Matt Pais

Topik bahasan

Ada pepatah yang membedakan antara ‘bekerja di dalam bisnis’ dan ‘mengerjakan bisnis’.

Namun, lawan dari bekerja di dalam bisnis sebetulnya adalah bekerja di luar bisnis. Pandemi mengajarkan kita bahwa produktivitas bisa diraih dengan cara lain dan lebih berhasil, saat bekerja di luar kantor. Banyak anggota MDRT menyusun gagasan dan rencana strategisnya di tempat-tempat tak biasa. Ke mana mereka pergi, dan seperti apa hasilnya?

Mentari dan pasir

Inisiatif strategis dan pantai terpencil biasanya tidak bersanding di kalimat yang sama. Tapi, sudah satu dekade lebih Derek J. Reed, CFP, CLU, dan delapan orang anggota timnya mengikuti ‘Beauport Financial Beach Day’ di akhir musim panas (saat lalat hijau sudah bermigrasi) untuk menyiapkan akselerasi 90 hari guna mengejar target akhir tahun. “Unik rasanya merencanakan dan menyelesaikan tugas pakai baju renang,” kata anggota 21 tahun MDRT dari Gloucester, Massachusetts, AS, ini, sambil menambahkan bahwa piknik makan siang dan bermain air di pantai menjadi bagian agenda tersendiri. “Ada suasana nyaman, akrab, dan saling berbagi saat berkegiatan di alam terbuka, tanpa stres dari dering telepon, orang keluar masuk ruang kerja, atau surel yang harus dipantau.” Aspek kerja dari kegiatan ini meliputi perencanaan makan malam dewan penasihat nasabah, open house hari raya bertema amal, acara cicip wine untuk nasabah, atau layanan investasi baru. Sementara itu, aspek relaksasinya meliputi kegiatan memancing dan berlayar. Tapi pertama-tama, agar aura positifnya terasa, setiap orang berbagi momen syukur segera setelah kaki menginjak pasir — seperti kebiasaan tim di kantor setiap Senin pagi.

Berlari menuju sukses

Shawn R. Bjornsson, CPCA, berlari jarak jauh di akhir pekan, sekitar 10-30 kilometer setiap Sabtu dan Minggu pagi, bukan untuk menikmati pemandangan atau menyelesaikan jarak tempuhnya. Ia merenungkan yang sudah baik dan yang belum baik pada pekan sebelumnya, yang mengarah pada awal yang lebih baik untuk pekan berikutnya. Saat berlari solo, Bjornsson memikirkan demografi baru untuk dihubungi, termasuk para nasabah pra-pensiun dan pengusaha muda yang perlu bantuan solusi finansial. Kadang ia mengirimkan ke kantornya ide yang ia dapat saat berlari. Saat berlari dengan teman-temannya, ia menggali cerita dari mereka tentang hal yang penasihat mereka kerjakan dengan baik dan kurang baik. Faktanya, anggota 24 tahun MDRT dari Winnipeg, Manitoba, Kanada, ini melihat korelasi antara jarak tempuh lari dan sukses profesionalnya. Setelah bergabung dengan grup berlari seorang temannya pada 2019, ia meningkatkan frekuensi lari, ikut lebih banyak maraton, dan meraih kualifikasi Court of the Table pada 2021. Targetnya tahun ini adalah kualifikasi Top of the Table. “Saya baru sadar hebatnya endorfin,” katanya. “Saat jiwa dan raga prima, tak ada yang mustahil. Antusiasme dan aura positif itu menular. Ini penting untuk pertumbuhan bisnis. Saat Anda menetapkan, menyatakan, dan meraih target, nasabah, teman, dan keluarga akan melihat dan menyemangati.”

Pikiran saya sangat aktif dan bekerja optimal jika ada banyak rangsangan di sekitar, bukan jika duduk hening.
— Jason L. Smith

Alirkan inspirasi

Ketika Robelynn H. Abadie, RFC, CAP, perlu memutar otak, ia meninggalkan meja kerjanya. Anggota 27 tahun MDRT dari Baton Rouge, Louisiana, AS, ini menyendiri sejenak ke tepi sungai untuk mendapat ketenangan yang merangsang pemikirannya. “Saya memandangi air dan sungguh masuk ke alam kreatif,” katanya. “Pikiran saya lebih tertata, ide berkembang bebas, dan saya mencatat pemikiran dan gagasan itu.” Abadie menyendiri untuk memikirkan proyek tertentu dan, setelah beberapa hari berpikir jernih, struktur dan penataan kerja untuk proyek itu mewujud. Faktanya, waktu menyepi ini membantu menuntaskan proyek itu. “Cara ini sangat membantu saya saat menetapkan target baru, menerapkan proyek baru, dan menyempurnakan proses yang sudah ada,” katanya.

Stimulasi indrawi

Jason L Smith tak butuh asupan kafein dari kopi untuk menulis bukunya The Bucket Plan. Yang ia butuhkan justru kedai kopinya. “Pikiran saya sangat aktif dan bekerja optimal jika ada banyak rangsangan di sekitar, bukan jika duduk hening,” kata anggota 17 tahun MDRT dari Westlake, Ohio, AS, ini. “Yang saya butuhkan aroma kopinya, orang yang berlalu-lalang, dan stimulasi suasana lingkungannya. Saya merasa ini mencegah pikiran saya terdistraksi hal-hal lain yang muncul saat bekerja di rumah atau kantor.” Smith mengunjungi kedai kopi lokal pada jam buka di pagi hari dan duduk di sana setidaknya 30 menit hingga 2½ jam. Selain terciptanya rutinitas menulis buku sebelum jam kerja dimulai, kunjungan ke kedai kopi juga membuatnya menulis buku harian, berefleksi, bersyukur, dan penuh kesadaran menjalani hari.

Hotel bahagia

Umumnya sepasang suami-istri menginap dua malam di hotel untuk berlibur, bukan untuk pengembangan diri. Tapi itulah yang dilakukan Jeremy Mark Wellington, Dip PFS, Dip CII, dan istri/direkturnya, Donna. Mereka mengemudi 30 menit ke pantai untuk diskusi strategi triwulanan, mereviu catatan, dan memikirkan perkembangan perusahaan serta layanan nasabah. Sejak memulai ‘jalan-jalan’ strategis ini pada 2016, anggota 11 tahun MDRT dari Truro, Inggris, Britania Raya, ini konsisten meraih Top of the Table dan membawa perubahan, seperti memangkas biaya operasional dengan beralih dari staf internal ke alih daya, menerapkan sistem back-office canggih, menjalankan proses reviu tahunan yang paper-free, dan menetapkan prosedur keamanan siber. “Saat kita buntu di gagasan tertentu, memandang laut sebentar bisa membantu menguak sisi positif dan kreatif di otak kita,” kata Wellington.

Perjalanan bisnis dan staycation

Joshua Ketchie, CPA, punya dua tujuan saat bekerja di luar kantor: rencana bisnis dan perencanaan staf. Anggota MDRT dua tahun dari Marietta, Georgia, AS, ini, dan istrinya Tegan, yang mengelola operasional praktiknya, mengambil akhir pekan panjang pada Januari untuk datang ke tempat wisata terdekat seperti Savannah, Georgia, atau Ponce City Market, tempat lokal dan populer di Atlanta dan, ya, meninggalkan tiga anaknya di rumah. Saat bepergian, mereka fokus pada topik untuk praktiknya, seperti onboarding anggota tim, merombak proses investasi, dan meningkatkan pengalaman nasabah, juga target keluarga, seperti liburan dan keseimbangan hidup-kerja di rumah. Hari pertama dikhususkan untuk santai-santai, seperti makan malam, minum wine, dan bermain Monopoly. Ponsel dilarang. Untuk perencanaan staf, pasangan ini mengajak timnya ke rumah. “Tim saya sedang berkembang. Karena itu kami perlu memupuk kekompakan. Makan bersama dalam suasana akrab pas untuk itu,” kata Ketchie. “Lebih nyaman di rumah daripada di ruang istirahat kantor. Keakraban seperti itu penting.”

Kontak

Robelynn Abadie robelynn@abadiefinancialservices.com

Shawn Bjornsson shawn@fourpointsfinancial.com

Joshua Ketchie joshketchie@ashfordadvisors.net

Derek Reed derek@beauportfinancial.com

Jason Smith jsmith@c2penterprises.com

Jeremy Wellington jerry@fpconcepts.co.uk