Jaringan berkualitas: Lebih dari koneksi, ini aset strategis karier penasihat keuangan
Juneidi Salim, membagikan wawasannya tentang pentingnya membangun jaringan yang tidak hanya luas, tetapi juga bermakna. Bagi Salim, jaringan bukan sekadar alat untuk memperluas basis nasabah, tetapi juga merupakan katalisator bagi pertumbuhan pribadi dan profesional jangka panjang.
Dalam industri finansial yang sangat bergantung pada kepercayaan, Juneidi Salim menyadari bahwa pendekatan jangka pendek tidak cukup.
Ia menekankan bahwa membangun jaringan adalah proses jangka panjang yang menuntut ketulusan, konsistensi, dan niat baik. Ia melihat hubungan profesional bukan sebagai angka atau data kontak, tetapi sebagai relasi manusiawi yang mampu menghadirkan pembelajaran, peluang, dan kepercayaan yang mendalam di kedua arah.
Jaringan sebagai pondasi karier di dunia finansial
Di tengah pasar Indonesia yang sangat mengandalkan relasi, membangun jaringan bukan sekadar pelengkap, melainkan fondasi utama untuk membangun karier yang berkelanjutan sebagai penasihat keuangan. Bagi Salim, kesadaran ini muncul pada 2018, saat ia mulai menyadari bahwa kesuksesan dalam menjangkau nasabah tidak bisa hanya mengandalkan strategi jangka pendek.
Bagi Salim, membangun jaringan berarti menciptakan aliran relasi yang terus hidup, hubungan yang melampaui satu transaksidan bertumbuh seiring waktu. Dalam industri keuangan yang sangat bergantung pada kepercayaan, jaringan yang berkualitas membuka pintu menuju referensi, kerja sama, bahkan kolaborasi bernilai tinggi.
Tantangan terbesarnya? Masuk dan diterima dalam komunitas tertentu. Tidak semua lingkungan terbuka bagi orang baru. Di sinilah kesabaran dan ketekunan berperan penting. “Jaringan itu seperti berkebun. Hasilnya memang tidak langsung terlihat, tetapi jika dirawat secara konsisten, hasilnya luar biasa.” ujarnya. Salah satu strategi utamanya adalah memanfaatkan referensi dari relasi yang sudah dipercaya di komunitas tersebut. Misalnya, ia berhasil bergabung dengan komunitas pengusaha batu bara berkat rekomendasi seorang nasabah di bidang desain interior, yang membawanya dan memperkenalkannya langsung kepada para anggota komunitas itu. Melalui rekomendasi terpercaya ini, ia dapat mengembangkan jaringan secara efektif.
Dari relasi ke kolaborasi: Menciptakan peluang lewat jaringan
Salim menekankan bahwa kualitas hubungan jauh lebih penting daripada jumlah koneksi. Bagi dia, koneksi sejati adalah mereka yang bersedia berdialog, terbuka pada ide, dan melihatnya sebagai mitra strategis.
Dalam praktiknya, Salim menyadari bahwa nasabah yang menjalankan bisnis dengan banyak pihak kerap menjadi jembatan menuju peluang baru. Di sinilah nilai strategis dari jaringan yang berkualitas benar-benar terasa.
Salah satu pengalaman paling berkesan dalam kariernya terjadi saat ia melayani seorang nasabah yang kemudian memperkenalkannya kepada sekelompok rekan bisnis. Tanpa direncanakan, perkenalan ini berkembang menjadi diskusi yang lebih luas, yang pada akhirnya menghadirkan beberapa nasabah baru yang tertarik pada solusi keuangan yang ia tawarkan. Semua itu bukan hasil dari pendekatan yang agresif, melainkan dari hubungan yang tumbuh atas dasar saling percaya.
Tak hanya membuka peluang, jaringan juga menjadi wadah pembelajaran. Dari para nasabahnya, terutama para pelaku usaha, Salim menyerap wawasan berharga tentang berpikir strategis, pengambilan keputusan, dan mengelola risiko. Semua ini memperkaya perspektifnya sebagai penasihat keuangan yang lebih holistik.
Menjadi bagian dari MDRT mengubah pendekatannya. Ia merasa lebih percaya diri untuk berdiskusi dalam forum profesional, baik lokal maupun internasional. MDRT memperluas cakrawalanya, memberikan akses pada perspektif global dan koneksi lintas budaya. Dampaknya terlihat nyata, ia meraih MDRT pertamanya pada 2018, yang sekaligus menjadi titik awal perkenalannya dengan para pengusaha batu bara. Sejak itu, ia konsisten meraih MDRT setiap tahun tanpa jeda, termasuk tiga kali Court of the Table (COT) pada 2019, 2020, dan 2023. Kini, lebih dari 70% nasabah Salim berasal dari referensi, bukti kuat efektivitas jaringan yang ia bangun.
Strategi jaringan yang lebih manusiawi
Di era digital, banyak yang mengandalkan media sosial untuk membangun jaringan. Namun bagi Salim, kekuatan sejati tetap ada pada interaksi personal. Ia memilih hadir di komunitas tempat nasabahnya aktif, berdiskusi dari topik-topik kehidupan, bukan langsung membahas produk keuangan. Pendekatan ini membantunya memahami karakter dan kebutuhan nasabah lebih dalam.
Pendekatan ini memungkinkan Salim untuk memahami karakter dan kebutuhan nasabah secara lebih mendalam. Ia tidak hanya dipandang sebagai penasihat keuangan, tetapi juga sebagai rekan berdiskusi yang dapat dipercaya. Meski hingga kini ia belum menjalin kemitraan strategis secara langsung dengan profesional dari bidang lain, seperti pengacara atau akuntan, Salim meyakini bahwa kolaborasi lintas profesi tetap memiliki potensi besar di masa depan, terutama ketika nilai dan visi yang dibawa sejalan.
Kepada para penasihat keuangan muda, Salim menyampaikan pesan utama namun dalam: jangan tergesa-gesa. Bangunlah relasi dengan niat baik dan kesabaran.
Nasabah dengan profil kekayaan tinggi atau High-Net-Worth (HNW) membutuhkan pendekatan yang lebih personal, penuh kehati-hatian, dan empati. penuh hubungan yang berkualitas dengan mereka bukanlah proses instan, melainkan perjalanan yang membutuhkan waktu dan pemahaman yang terus berkembang.
“Kalau bisa memberi nasihat ke diri saya di awal karier, saya akan bilang: Terus belajar, dan bangun jaringan dengan hati.” ujar Salim.
Bagi Salim, jaringan bukan sekadar alat untuk mengejar target penjualan, melainkan sebuah perjalanan panjang yang sarat dengan proses pembelajaran, refleksi, dan pertumbuhan pribadi. Dengan strategi yang personal, pendekatan yang manusiawi, serta semangat untuk terus belajar dan memberi makna, ia meyakini bahwa jaringan yang dibangun dengan ketulusan akan menjadi ladang subur yang menumbuhkan kesuksesan sejati di masa depan.
Contact: MDRTeditorial@teamlewis.com